Nakbah dan Semangat

Al-amalulillah(ulang)
Al-amalulillahi shi’aruna(2x)
Allah(2x)
Allahu rabbuna
Allah(2x)
Allahu ghoyatuna
Ar-Rasul qudwatuna
Al-Qur’an dusturuna(ulang)
Al-amal(2x)
Al-amalulillah(ulang)
Al-amalulillah shi’aruna(2x)
Al-jihad(2X)
Al-jihadu sabiluna(ulang)
Al-mautu fisabilillah
asma’ amanina
(2x)
ASMA’ AMANINA!(2x)

Beramal(2x)
Amal kerana Allah(ulang)
Beramal kerana Allah
itu shi’ar kami(2x)
Allah(2x)
Allah Tuhan kamiAllah(2x)
Allah matlamat kami
Ar-Rasul ikutan kami
Al-Qur’an panduan kami(ulang)
Beramal(2x)
Amal kerna Allah(ulang)
Beramal kerana Allah
itu shi’ar kami(2x)
Berjihad(2x)
Jihad jalan kami(ulang)
Mati di jalan Allah cita tertinggi kami(2x)
CITA TERTINGGI KAMI! (2x)

Nostalgianya lagu ini. Teringat saat kami sama-sama bersemangat melagukannya di akhir tamrin QTC kira-kira lima tahun lepas. Juga indahnya saat kami sama-sama melaungkan Allahu Akbar, walaupun hanya melakukan senam pagi.

Terjadi satu peristiwa di mana dua tiga orang akhawat terlambat lalu diherdik mas’ul sehingga menyebabkan seorang akhawat yang goyah ketahanannya menangis. Bangun lah beberapa orang ikhwah, syabab generasi qur’ani, yang dengan beraninya merelakan diri mereka menggantikan akhawat tersebut untuk didenda. Inilah syabab yang KITA mahukan. Berani dan bertanggungjawab. Walaupun mereka didenda oleh mas’ul, namun yang terlaung dari mulut mereka hanyalah Allahu Akbar.

Apabila seorang ukht dengan yakinnya bangun lalu mempersoalkan peranan syabab dalam masyarakat Islam hari ini, ada beberapa pasang mata menjeling, tak kurang memerhati. Ada mata yang seolah-olah menyampah seperti berkata “Tengoklah nanti bila korang masuk alam ‘u’, selamatkah korang atau terus terikut arus futur?” Malah ada beberapa pasang mata yang bersinar gembira, seolah-olah terus memberikan harapan, “Inilah muslimah, inilah pewaris yang bakal membangunkan ummah!”

Dan di akhirnya QTC, kami pulang dengan segunung harapan yang digalas bersama, bekerja untuk membaikpulihkan keadaan di kawasan masing-masing. Dari situ, perjuangan telah bermula. Dan walau di mana saja kami berada, doa rabitah dan doa wehdah telah mengikat hati-hati kami, yang telah berada di jalanNya.

tamrin: latihan
mas’ul: orang yang bertanggungjawab
akhawat: sisters
ikhwah: brothers
syabab: golongan pemuda
qur’ani: bersandarkan pada Al-Quran
ukht: sister
futur: lemah semangat
doa rabitah: doa pengikat
doa wehdah: doa perpaduan

dipetik dari: zahratulhilal

Mari berinteraksi di sini. Setiap patah kata dihargai.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s