Because Allah loves you~~

عَنْ عُمَرَبْنِ الْخَطَّابِ قَالَ قَدِمَ عَلَيَّ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم بِسَبِيٍّ فَاِذَاامْرَأَةٌ مِنَ السَّبِيِّ تَبْتَغِى اِذَا وَجَدَتْ صَبِيًّا فِى السَّبِيِّ أَخَذَتْهُ فَاَلْصَقَتْهُ بِبَطْنِهَا وَأَرْضَعَتْهُ فَقَالَ لَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَتَرَوْنَ هَذِهِ اْلمَرْأَةَ طَارِحَةً وَلَدَهَا فِى النَّارِ قُلْنَا لاَ وَاللهِ وَهِيَ تَقْدِرُ عَلَى أَنْ تَطْرَحَهُ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم اَللهُ اَرْحَمُ مِنْ هَذِهِ بِوَلَدِهَا
Dari Umar bin al Khattab RA berkata:“Bahwa beliau datang menghadap Rasulullah SAW dengan membawa beberapa orang tawanan. Di antara para tawanan itu terlihat seorang wanita sedang mencari-cari, lalu ketika ia mendapatkan seorang anak di antara tawanan tersebut, dia langsung mengambil anak itu lalu memeluknya ke perut untuk disusui. Lalu Rasulullah SAW berkata kepada kami: Bagaimana pendapat kamu sekalian, apakah wanita ini akan melemparkan anaknya ke dalam api? Kami menjawab: Tidak, demi ALLAH, sedangkan dia mampu untuk tidak melemparnya. Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya ALLAH lebih mengasihi hamba-NYA daripada wanita ini terhadap anaknya.” (Hadis Riwayat Muslim)


Suatu hari, sedang duduk bersama-sama dengan 4 orang adik kesayangan dan berbual-bual dengan mereka, tiba- tiba seorang dari adik berkata:

“Akak, kenapa saya rasa saya sangat-sangat bernasib baik. Allah selalu tolong, selalu selamatkan saya. Kalau saya susah Allah selalu tolong saya.. Banyak saya belajar bila sampai kat Jepun ni.. Saya beruntung, kalau saya duduk kat Malaysia mesti saya tak jadi cam saya sekarang.”


Adik yang lain mencela:

“Samala kita, saya pun. Saya beruntung sangat sebab tepilih belajar kat Jepun, dan tercampak kt *****(satu nama kawasan di Jepun). Kalau saya kena belajar kat Malaysia, saya tak taula jadi macam mana.. Mungkin akan jadi lebih teruk.. Mungkin saya join group2 yang suka buat benda2 yang tak berfaedah.. Dan mungkin saya tak dapat rasa yang Islam ni best sebenarnya.”


Akak :

“Hrmmm, kenapa ye jadi camtu?”

Adik-adik:

“Tak tahula ek.. Akak tahu ke jawapan dia? Bagitahulah kitaorang”


Akak:

“Ada satu je sebab dik kenapa Allah selalu selamatkan kita, selalu tolong kita, selalu bagi benda yang baik-baik ke kita.. Sebab… Sebab Allah sayangkan kita.” ^__^


***


Ya, Allah sayang kita…

Kerana  sayang, Allah selamatkan kita daripada terjatuh ke dalam paya-paya, lumpur-lumpur jahiliyah yang dalam lagi kotor.

Kerana sayang, Allah memberi kita merasai betapa manisnya nikmat Islam sebenar. Kerana sayang juga, Allah selalu membantu kita bila kita ada masalah..

Sayang Allah kepada hambaNya sangat-sangat besar, lagi besar dari sayang seorang ibu kepada anaknya.

“Rahmat (kasih sayang)-Ku meliputi segala sesuatu.”

(Al-A’raf:156)


Kalau difikirkan, sungguh aneh dan pelikkan tuan kepada seorang hamba begitu sayang dan cinta kepada hambaNya, tetapi hambaNya langsung tiada rasa sayang dan cinta pada tuannya.  Allah terlalu sayang kepada kita, kepada hamba-hambanya,  pelbagai nikmat yang dianugerahkan kepada kita, tapi adakah kita betul-betul sayang kepada Allah?

Apa bukti kita sayang kepada Allah?


Jika pada manusia, kita mampu belikan hadiah semahalnya untuk diberikan sebagai penghargaan kepadanya. Namun pada Allah, mahar apa yang perlu kita persembahkan padaNya sebagai hamba….jawapan itu ada pada kita.

Ada pada setiap tutur zikir kita, pada setiap rakaat solat kita, pada bait2 doa kita, pada anggota2 kita yang mensyukuri nikmat2 kurniaan Allah.

Allah tidak akan meminta apa2 daripada hambaNya bahkan Allah lah pemberi segala2nya kepada hambaNya…

Dan perintahkanlah keluargamu serta umatmu mengerjakan sembahyang

dan hendaklah engkau tekun bersabar menunaikannya.

Kami tidak meminta rezeki kepadamu,

(bahkan) Kamilah yang memberi rezeki kepadamu

dan (ingatlah) kesudahan yang baik

adalah bagi orang-orang yang bertakwa.

(Surah Taha; 20:132)


Bagaimana pula cara kita menyayangi Allah?


Saya pasti setiap yang membaca ini adalah anak kepada setiap ibu2 di luar sana. Bagaimana kita menyayangi ibu kita, menyayangi adikberadik kita?

Kasih sayang untuk Allah patut dizahirkan lebih daripada kita menyayangi makhluk ciptaanNya.

Bangunlah malam berqiamullail. Saat itu Allah menanti hambaNya untuk tunduk sujud padaNya.

Berzikirlah memujiNya.

Namun, sebagai manusia yang hina lagi dina ini,

Adakah kita sentiasa mensyukuri segala nikmat-nikmat yang Allah kurniakan kepada kita?

Adakah kita benar-benar melaksanakan tugasan-tugasan yang Allah berikan kepada kita dengan sempurna? (51:56) dan (2:30)

Tepuk dada, Tanya iman mu.

Tanyakan kepada diri kita, tanyakan pada hati kita, apa yang telah kita lakukan untuk menunjukkan kita sayang dan cinta kepada Allah. Kadang-kadang kita sangat mudah melafazkan dengan lidah yang kita sangat mencintai Allah, sangat menyayang Allah, tapi buktinya, secara perbuatannya adakah ia membenarkan apa yang telah kita lafazkan?

Kasih sayang Allah itu merangkumi segenap langit dan bumi.

Sebagaimana kita lihat seekor haiwan yang tidak punya akal boleh kasih dan sayang pada anaknya yang baru lahir, inikan kita pula manusia, pasti kasih dan sayang yang terzahir jauh lebih hebat dari haiwan itu pada anaknya, namun sedarlah manusia, bahawa apa yang engkau zahirkan itu hanya 1% daripada 99% peratus kasih sayang Allah pada hamba2Nya…Allah jauh lebih Hebat..jauh lebih Penyayang…

Renung-renungkanlah…

Di manakah Allah dalam hari2 kita?

Di manakah kasih sayang kita pada Allah dalam hati kita?

2 thoughts on “Because Allah loves you~~

Mari berinteraksi di sini. Setiap patah kata dihargai.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s